Scaling Gigi: Apa Itu, Manfaat, dan Kapan Harus Dilakukan? | Bali Dentica

Banyak orang rajin sikat gigi dua kali sehari, pakai pasta gigi mahal, bahkan rutin berkumur antiseptik, tapi tetap saja dokter gigi menyarankan untuk scaling. Sebenarnya, seberapa penting sih prosedur ini?

Bali Dentica

4/7/20262 min baca

Apa Itu Scaling Gigi?

Scaling gigi adalah prosedur pembersihan gigi yang dilakukan oleh dokter atau tenaga medis gigi untuk mengangkat karang gigi (kalkulus) yang menempel pada permukaan gigi maupun di bawah garis gusi. Berbeda dengan sikat gigi biasa, scaling menggunakan alat khusus (baik manual maupun ultrasonic) yang mampu menjangkau area yang tidak bisa dibersihkan sendiri di rumah.

Mengapa Karang Gigi Bisa Terbentuk?

Setiap hari, mulut kita dipenuhi bakteri yang bercampur dengan sisa makanan dan air liur membentuk lapisan lengket yang disebut plak. Jika plak tidak dibersihkan dengan baik, dalam 24–72 jam ia akan mengeras menjadi karang gigi. Begitu mengeras, karang gigi tidak bisa dihilangkan hanya dengan sikat gigi biasa, secanggih apa pun bulunya.

Apa Bahayanya Jika Dibiarkan?

Karang gigi bukan sekadar masalah estetika. Jika dibiarkan menumpuk, dampaknya bisa serius:

  • Radang gusi (gingivitis) — gusi menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah saat sikat gigi

  • Periodontitis — infeksi yang menyebar ke tulang penyangga gigi, dan bisa menyebabkan gigi goyang bahkan tanggal

  • Bau mulut (halitosis) — bakteri yang hidup di karang gigi menghasilkan senyawa belerang yang menyebabkan napas tidak sedap

  • Risiko penyakit sistemik — penelitian menunjukkan bahwa bakteri dari infeksi gusi dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga komplikasi kehamilan

Lalu, Seberapa Sering Harus Scaling?

Untuk kebanyakan orang, scaling dianjurkan setiap 6 bulan sekali — bersamaan dengan kunjungan rutin ke dokter gigi. Namun, bagi kamu yang memiliki riwayat penyakit gusi, perokok aktif, atau penderita diabetes, dokter mungkin menyarankan frekuensi yang lebih sering, misalnya setiap 3–4 bulan.

Apakah Scaling Sakit?

Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan! Umumnya, scaling tidak terasa sakit — hanya ada sensasi getaran dan sedikit tekanan. Namun, jika karang gigi sudah sangat tebal atau gusi dalam kondisi meradang, prosesnya memang bisa lebih sensitif. Dokter gigi biasanya akan memberikan gel anestesi lokal jika diperlukan.

Setelah scaling, gigi mungkin terasa lebih sensitif selama beberapa hari — ini normal dan akan mereda dengan sendirinya.

Tips Menjaga Kebersihan Gigi Setelah Scaling

Agar hasil scaling bertahan lebih lama dan karang gigi tidak cepat kembali, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Sikat gigi minimal 2x sehari dengan teknik yang benar (gerakan memutar, bukan menggosok keras)

  2. Gunakan benang gigi (floss) setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi

  3. Batasi makanan manis dan minuman berwarna seperti kopi dan teh yang mempercepat pembentukan plak

  4. Perbanyak minum air putih untuk menjaga produksi air liur yang alami membasuh mulut

  5. Rutin periksa ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali

Kesimpulan

Scaling gigi bukan prosedur mewah atau sekadar pelengkap — ini adalah bagian penting dari perawatan kesehatan mulut yang menyeluruh. Plak dan karang gigi adalah ancaman nyata yang diam-diam bisa merusak gigi dan gusi kita. Jadi, jangan tunggu sampai gigi terasa sakit atau gusi berdarah baru mengambil tindakan.

Mulai jadwalkan scaling-mu hari ini, karena senyum sehat adalah investasi jangka panjang.

Siap Mulai Perjalanan Menuju Senyum Sehat?

Jangan tunda lagi! Tim dokter gigi profesional di Bali Dentica siap membantu kamu mendapatkan gigi bersih, sehat, dan bebas karang gigi dalam suasana klinik yang nyaman dan bersahabat.

🦷 Konsultasi sekarang dan dapatkan pemeriksaan gigi pertamamu bersama Bali Dentica.

👉 Booking Konsultasi di Bali Dentica

Karena senyummu layak mendapatkan yang terbaik.