Bruxism (Gemeretak Gigi): Kapan Perlu Night Guard?

Kamu bangun tidur dengan rahang pegal, atau pasangan sering komplain dengar suara "kertak-kertak" pas kamu tidur? Ini bisa jadi tanda bruxism — kebiasaan menggemeretakkan atau mengatupkan gigi terlalu kuat, yang seringnya terjadi tanpa disadari sama sekali, terutama saat tidur.

Bali Dentica

9/24/20263 min baca

Kamu bangun tidur dengan rahang pegal, atau pasangan sering komplain dengar suara "kertak-kertak" pas kamu tidur? Ini bisa jadi tanda bruxism — kebiasaan menggemeretakkan atau mengatupkan gigi terlalu kuat, yang seringnya terjadi tanpa disadari sama sekali, terutama saat tidur.

Banyak orang baru sadar mengalami bruxism setelah dokter gigi menemukan tanda-tandanya saat pemeriksaan rutin — bukan karena keluhan yang mereka sadari sendiri. Di artikel ini, kita akan bahas apa itu bruxism, kenapa bisa terjadi, tanda-tandanya, dan kapan sebaiknya mulai menggunakan night guard.

Apa Itu Bruxism?

Bruxism adalah kondisi menggemeretakkan gigi (grinding) atau mengatupkan rahang dengan tekanan berlebih (clenching) di luar aktivitas normal seperti mengunyah. Bruxism bisa terjadi kapan saja, tapi paling umum terjadi saat tidur (disebut sleep bruxism) — jenis ini yang paling sering tidak disadari pelakunya sendiri.

Ada juga awake bruxism, yaitu mengatupkan rahang saat terjaga, biasanya terkait dengan konsentrasi tinggi atau stres — misalnya tanpa sadar mengatupkan rahang saat fokus bekerja atau menghadapi situasi menegangkan.

Tanda-Tanda Kamu Mungkin Mengalami Bruxism

Karena sering terjadi saat tidur, banyak orang tidak menyadari mereka mengalami bruxism sampai muncul dampaknya. Berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan:

Apa yang Menyebabkan Bruxism?
  • Stres dan kecemasan — salah satu pemicu paling umum, terutama pada periode hidup yang penuh tekanan

  • Gigitan (oklusi) yang tidak rata, sehingga rahang "mencari" posisi nyaman dengan cara mengatupkan berlebihan

  • Gangguan tidur tertentu, seperti sleep apnea, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko bruxism

  • Konsumsi kafein atau alkohol berlebihan, terutama menjelang tidur

  • Faktor genetik — bruxism cenderung lebih umum pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat serupa

  • Efek samping dari obat-obatan tertentu pada sebagian kecil kasus

Kenapa Bruxism Tidak Boleh Dibiarkan?

Bruxism yang dibiarkan dalam jangka panjang bisa menyebabkan beberapa dampak berikut:

  1. Keausan gigi berlebihan — permukaan gigi terkikis, membuat gigi tampak lebih pendek atau rata dari bentuk aslinya.

  2. Gigi retak atau patah — tekanan berulang yang kuat bisa merusak struktur gigi, bahkan pada gigi yang sudah ditambal atau di-crown.

  3. Meningkatkan risiko TMJ disorder — tekanan berlebihan pada sendi rahang bisa memicu atau memperparah gangguan sendi TMJ.

  4. Sakit kepala kronis — terutama sakit kepala tipe tegang (tension headache) yang berulang di pagi hari.

  5. Gigi sensitif — akibat lapisan email yang menipis dari gesekan berulang.

Kapan Perlu Menggunakan Night Guard?

Night guard adalah alat pelindung gigi yang dipakai saat tidur, berfungsi sebagai "bantalan" antara gigi atas dan bawah sehingga mengurangi dampak gesekan dan tekanan akibat bruxism. Night guard umumnya direkomendasikan jika:

  • Dokter gigi menemukan tanda keausan gigi yang jelas saat pemeriksaan

  • Kamu sering terbangun dengan rahang pegal atau sakit kepala

  • Pasangan atau keluarga melaporkan mendengar suara gemeretak saat kamu tidur

  • Sudah mulai muncul gejala TMJ disorder yang dikaitkan dengan kebiasaan mengatupkan rahang

Penting diketahui: night guard tidak menyembuhkan bruxism itu sendiri, melainkan melindungi gigi dari dampak kerusakan akibat gesekan dan tekanan. Untuk mengatasi akar penyebabnya (misalnya stres atau gigitan tidak rata), mungkin diperlukan pendekatan tambahan sesuai rekomendasi dokter.

Jenis-Jenis Night Guard
  • Night guard custom — dibuat khusus sesuai cetakan gigi masing-masing pasien oleh dokter gigi, memberikan kenyamanan dan perlindungan paling optimal, meski biayanya lebih tinggi dibanding opsi lain

  • Night guard boil-and-bite — tersedia di apotek, dibentuk sendiri di rumah dengan cara direndam air panas lalu digigit sesuai bentuk gigi, lebih terjangkau namun kurang presisi dibanding versi custom

  • Night guard stock (siap pakai) — ukuran standar tanpa penyesuaian, umumnya paling kurang nyaman dan kurang direkomendasikan untuk pemakaian jangka panjang

Untuk kasus bruxism yang cukup signifikan, night guard custom dari dokter gigi umumnya jadi pilihan paling direkomendasikan karena pas dengan bentuk gigi masing-masing dan lebih tahan lama.

Cara Mengelola Bruxism di Luar Pemakaian Night Guard
  1. Kelola stres — melalui olahraga, meditasi, atau aktivitas relaksasi lain yang sesuai dengan kamu.

  2. Kurangi konsumsi kafein dan alkohol, terutama menjelang waktu tidur.

  3. Perhatikan posisi rahang di siang hari — coba biasakan rahang dalam posisi rileks (gigi tidak saling menempel) saat tidak sedang makan.

  4. Jika bruxism terkait gangguan tidur seperti sleep apnea, penanganan kondisi tersebut turut membantu mengurangi bruxism.

  5. Periksa rutin ke dokter gigi untuk memantau kondisi gigi dan efektivitas night guard yang digunakan.

Konsultasi Bruxism dan Night Guard di Bali Dentica

Kalau kamu curiga mengalami bruxism — baik karena keluhan sendiri atau laporan dari orang terdekat — jangan tunggu sampai gigi mengalami kerusakan lebih parah. Di Bali Dentica, kami akan memeriksa kondisi gigi dan rahangmu, lalu mendiskusikan apakah night guard custom diperlukan sesuai kondisimu.

📍 Bali Dentica

Jl. Sedap Malam, Kesiman, Denpasar Timur

Buka setiap hari 10.00–20.00 WITA

⭐ Rating Google 4.9 dari 57+ ulasan pasien

👉 Chat via WhatsApp Sekarang untuk konsultasi bruxism dan night guard.

Kontak

Buka setiap hari pukul 09.00-21.00 WITA

Email

Telepon

info.balidentica@gmail.com

+62811-3811-195

© 2026. All rights reserved.